Kucing yang berjuluk “Soehokgie Pushi Muezza Berkarya”


Catatan HarianSehari di Bogor, Hari ini Perasaan Senang selain bisa bertemu byk sahabat terbaik di bogor jg bs bertemu sahabat-sahabat di SC, Acara Lancar selain itu jg bisa bertemu kucing Kesayangan saya. Sepertiny Kebetulan, Tapi Siapa Sangka, Alhamdulillah Seperti sudah berJodoh, Hari ni msh bs dpertemukn lg dgn ,muezza. Kucing kesayangn saya wkt msh di Stud.Cent. Dia yg sering menemani saya dsekret, dia jg yg sering mnemani prjalanan Bem KM, menemani di saat sepi, menghibur di kala murung, jg memberikn semangat tersendiri selama tahun Berkarya kmrn.

 

 

Panggilannya cukup byk,tidak kurang dari 4 julukan, cara gampang hafal namanya SPMB Singkatan dari Soehokgie Pushi Muezza Berkarya

 

 

S =Soehokgie julukn wkt kunjungn tim mwa um itb ke SC dkrnakn suarany paling keras (klo lagi laper) cukup lantang mgkn jd teringat aktivis itu.

 

 

P =Pushi julukn wkt kunjungn tmn2 korea&UPM ke SC mgkn dkrenakn kl lg males2n sring tidur di atas rak

 

 

M =Muezza (kucingnya Rasululllah) julukn sy krn tkdg sering mengeong bangunkn saya wkt azzan subuh pd saat ktiduran dsekret

 

 

B =Berkarya,krn sering tangkap kecoa tikus kecil dan hewan pengganggu lainny disekret BEM KM Berkarya

 

 

tp kbnykn orng panggil dia pushi alasan lain a/ kucing ni kebetuln pertama kali saya ambil dari tempat sampah blkg SC ternyata pas pd saat penerimaan SPMB/Senamptn klo dilihat matanya setajam teriakannya. Warnanya hitap putih dan ada warna hitam di dagunya layaknya sedang memelihara jenggot tipis. Klo lihat dia jadi terungat lagu perjuangan “Katakan Hitam adalah hitam, katakan putih adalah putih..” dapat info terkini Muezza sudah dapat julukan baru dari yg baru panggilannya Tini. Walau suka pipis sembarangan di sekret tp dia spesial for me,the best Friend. smg bisa lebih akrab dgn yg baru.

Advertisements

Hadiah Terbaik Untuk Bundaku Tersayang..


Teruntuk Bundaku tersayang, mungkin kado ini tak kan sebanding dengan apa yang telah kau berikan

tetapi saat ni,hanya inilah yg dapat ku berikan dari sini, dari tempat dimana aku menuntut ilmu, di bogor..

terimalah sebuah lagu untukmu di hari Ibu ..

 

-BUNDA-

 

 

ku buka album biru penuh debu dan usangku pandangi semua gambar dirikecil bersih belum ternoda..

 

pikirkupun melayan gdahulu penuh kasihteringat semua cerita orangtentang riwayatku..

 

reff# kata mereka diriku slalu dimanja, kata mereka diriku slalu dtimang..

 

nada nada yang indah slalu terurai darinyatangisan nakal dari bibirkutakkan jadi deritanya..

 

tangan halus dan suci tlah mengangkat diri inijiwa raga dan seluruh hiduprela dia berikan..

 

oh bunda ada dan tiada dirimu kan slalu ada di dalam hatiku..

 

==============================================

 

Sudahkan kita mengucapkan Selamat hari Ibu hari ini??

 

Ibu yg telah mengandungmu Ibu yg telah melahirkanmu Ibu yg telah menyusuimuIbu yg telah menyuapim uIbu yg telah memandikanmu Ibu yg telah membersihkan popokmu Ibu yg telah merawatmu ketika sakit Ibu yg telah mencucikan semua pakaianmu Ibu yg telah menyetrikakan seragam sekolahmu Ibu yg telah menyiapkan sarapanmu Ibu yg telah menyiapkan air hangat sblm mandi Ibu yg telah mengambilkan handuk Ibu yg telah menuangkan odol ke sikat gigimu Ibu yg telah mendongeng sblm kamu tidurIbu yg telah bekerja untuk byr sekolahmuIbu yg telah membesarkanmu dgn penuh ksh syng Ibu yg telah mendengarkan masalahmu..Dan banyak lg yg dilakukan Ibu dengan tulus..

 

Jangan sampai terlambat,belum tentu tahun depan kita masih bisa mengucapkannya…

 

Maafkan aku Ibu, yang selama ini sering tidak menuruti akan kata2mu…

 

Oh ibu.. Pengorbananmu takkan tergantikan seumur hidupku..

 

Aku sayang Ibu..

 

Terimakasih Ibu ..

 

Terimakasih Bunda :’)

#SINERGISITAS 2


#SINERGISITAS 2

 

 

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah? Semoga bermanfaat..

 

 

Falsafah Lima Jari :* Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.* Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.* Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.* Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.* Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking).

 

 

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari,mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaAN DLL)

 

#LihatlahDisekitarmu&AmbilHikmahnya

Kami Titip IPB


Teruntuk kalian semua, Para Kesatria BERKARYA, Mungkin Sedikit refleksi Puisi ini tidak akan dapat membayar semua kerja keras, pengorbanan waktu tenaga fikiran, serta seluruh tetesan peluh keringat yang telah diberikan

 

 

Sedih memang, Berat ketika harus menuliskan ini semua,  tetesan air mata hati senantiasa selalu menemani di setiap sentuhan kata-katanya..

Sahabatku, Masih ingatkah,Tepat Setahun yang lalu perjalanan bersama ini di mulai..

Hari berganti hari, Waktu rasanya begitu cepat berlalu,

Namun hari ini Setelah detik-detik itu berlalu, kini semua telah usai..

Tidak ada lagi jarkoman rapat di sana-sini

Tidak ada lagi celotehan kecil  di sekret lusuh itu yang menentramkan hati

Tidak ada lagi teriakan Hidup Mahasiswa terdengar lagi dls

Entah mengapa, Terasa ada yang kurang lengkap tanpa itu semua

 

Sahabatku kami titip IPB

Karya-karya terbaik telah kalian goreskan dalam lembar kanvas peradaban

Prestasi-prestasi terbaik telah kalian torehkan

Semua telah di upayakan sekuat yang kita sanggup

Canda Tawa Tangis Bahagia telah kita lewati bersama

Semua terbalut menjadi satu dengan prestasi yang telah di berikan Salut untuk kalian semuanya

 

Teringat masa-masa itu, ketika kehidupan kelembagaan ini memberimu 1000 alasan untuk menangis…

Janganlah Menangis, tetapi tersenyumlah

Tunjukkan kalau kita memiliki 1 juta alasan untuk tersenyum,,,

Biarlah yang telah berlalu jadikan sebagai penguat hari ini dan nanti…

Masa lalu adalah kenangan, masa sekarang adalah kenyataan, masa yang akan datang adalah harapan,,,

jadikan masa lalu sebagai pelajaran, dan jadikan masa sekarang sebagai tantangan.

 

Adik-adik ku semua, kami titip IPB

Bem km BERKARYA ibarat sebuah rumah, Tidak perlu cantik,Tidak perlu mewah..

yang terpnting ada 4 Tiang…:* kejujuran*kesetiaan*Keikhlasan*Kasih Sayang

BERKARYA bukanlah MATEMATIKA, yang dapat di hitung nilainya. Bukan EKONOMI yang mnghrap materi, juga bukan BIOLOGI yang d tuntut tes DNA, juga bukan GEOGRAFI yang ditnyakan SUKU nya, juga bukan PPKN yang d tuntut UUnya….

Tapi BERKARYA adalah SEJARAH, yang akan di kenang selama-lamanya….

Adalah sebuah kata yang indah, terukir dengan “cinta” dan penuh “keikhlasan” dan “pengertian” yang tulus, orang boleh dtg dan pergi,, tapi yang namanya “sahabat sejati” akan selalu dihati…

 

BERKARYA itu juga adalah tempat berbagi…

berbagi rasa, berbagi cinta, berbagi cerita, berbagi tawa saat suka, berbagi air mata saat duka,…

Jika air mata adalah cahaya, mka hati adalah permata., Saat bahagia merona, maka tawa adalah warna…

Jika senyum adalah sedekah, maka keluarga Besar BEM ini adalah anugerah…

 

Sekali lagi kami titip IPB

Sahabat itu tidak harus selamanya bersama, mungkin ini pilihan yang terbaik.

Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya..

Pesan untuk semua adik-adik ku yang akan melanjutkan tongkat estafet proyek kebaikan pembangun peradaban

Teruslah  bersemangat, di manapun kalian BERKARYA. Awali setiap  pagimu dengan secangkir rindu, seteguk kebahagiaan, sepiring cinta dan sesuap kasih sayang, iringi langkahmu dengan sedikit senyuman, dan penuhi hari-harimu dengan kebaikan

 

Akan selalu ada yang namanya hambatan dan kesempatan

Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya.

Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan; dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.

Jalani semua dengan keikhlasan

Percayalah semua akan terasa  indah pada waktunya

Manfaatkanlah setiap kesempatan yang ada,

 

Jadilah diri sendiri, lalu temukan potensi terbesar yang ada pada dirimu.

Jika engaku selalu meniru untuk menjadi orang lain, maka engkau tidak akan pernah bisa menemukan kemampuan dan potensi terbesar yang ada pada dirimu!

Jangan pernah takut menjadi seperti yang engkau inginkan karena sesungguhnya kau tidak akan bahagia menjadi yang seperti orang lain inginkan.

 

Kami titip IPB.., Jika ada yang melemparmu dengan batu maka balaslah dengan senyuman

Kami titip IPB.., jika ada kata imposible,maka optimislah karena dengan semangatmu ia akan dapat dirubah menjadi im possible

 

BERKARYA bukanlah sebuah kata yang untuk dimain-mainkan, bukan  pula  sebutan yang hanya untuk di ucapkan, ia bukanlah sebuah tempat yang bermula dari januari hingga desember, tapi BERKARYA adalah wadah untuk tempat kita berbagi dan terus berkontribusi, jagalah terus nama baiknya dimanapun kita berada, kemarin, sekarang, esok hari dan abadi selamanya.

 

Terimakasih untuk semuanya BPH Tangguh, Kebijakan Pertanian, Kebijakan Publik, Kebijakan Kampus, Budaya Olahraga Seni, Kominfo, Kemdik, PPSDM, KLH, Soskemas, ISPC, Bismit, Pengembangan Internal.

juga tidak lupa untuk seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

 

Pasti kami akan sangat merindukan masa-masa itu lagi, semoga Allah kembali pertemukan kita lagi , entah di mana dan kapan, tapi yakinlah akan tiba waktunya di suatu saat nanti dan semua akan indah pada waktunya..

Jangan pernah berhenti untuk berkontribusi, Teruslah BERKARYA untuk bangsa,

Sekali lagi  Terimakasih untuk yang terakhir, Kami Titip IPB Sampai Berjumpa di Puncak-puncak Kesuksesan

 

BERKARYA untuk negeri BERKARYA selalu di hati.

-25 November 2012 Farewell BEM KM IPB BERKARYA-

 

 

7 Alasan kenapa mahasiswa harus masuk dalam keanggotaan MWA


Harga Mati !!!

  • Mahasiswa tidak bisa di pisahkan dari universitas, bahwa tidak akan pernah ada universitas kalau tidak ada mahasiswa begitu juga sebaliknya.
  • Melihat Nilai-nilai Historis yang cukup panjang tentang keberadaan Unsur Mahasiswa yang dirumuskan para Founding Father sejak awal dibentuk MWA IPB.
  • Track Record yang cukup baik dengan ikut berperan aktif dalam membangun dan ikut menjaga suasana kampus yang kondusif dan mengembangkan potensinya dengan semangat kebersamaan secara sinergis untuk sebesar-besarnya kebaikan Kampus.
  • Mahasiswa adalah unsure civitas dan stakeholder yang jumlahnya paling banyak dan patut ada perwakilan sebagai gambaran miniatur objek yang merasakan segala kebijakan.
  • Sudah saatnya mahasiswa dilibatkan agar birfikir, berjiwa dan berkonsep besar dengan memberikan ide/gagasan untuk kemajuan Institusi sehingga siap menjadi insan intelektual yang mumpuni.
  • Kampus besar PTN.BH yang lain,  melibatkan mahasiswa sebagai anggota dari unsure mahasiswa sejak lama dan masih mencantumkan mahasiswa di statutanya hingga saat ini.
  • Memperkaya MWA dalam mengambil keputusan dengan jaminan karakter Independen Mahasiswa yang masih terjaga dengan baik harus difasilitasi secara bottom-up akan kemurnian niat dan masukan-masukannya yang konstruktif sehingga bisa ikut merasionalisasikan setiap keputusan pada tataran grass root secara top down dengan baik.

Karena dahulu semua dari kita adalah Mahasiswa, maka sudah sepantasnya kita bangga pada identitas Mahasiswa kita dulu kini dan nanti, Bangga kepada almamater kita, Bangga ketika Mahasiswa berada di forum-forum besar, berada di mimbar perumus kebijakan tertinggi dan berada di tempat-tempat terbaik lainnya sehingga di masa depan nanti Mahasiswa bisa siap menjadi aktor-aktor dalam proyek-proyek besar pembangun peradaban dalam mencari dan memberi yang terbaik, untuk Institusi, untuk Pertanian, untuk Bogor dan Indonesia yang jauh lebih baik dan bermartabat.

-Renungan Senja 2012: Aku untuk IPBku Tercinta-

Menimbang Posisi Mahasiswa di MWA


Menimbang Posisi Mahasiswa di MWA

#SaveMWAum

 

“Tujuan utama pendidikan adalah menciptakan manusia yang bisa melakukan hal baru, tidak sekedar mengulang apa yang telah dilakukan generasi sebelumnya — Manusia yang kreatif, memiliki daya cipta, memiliki hasrat keingintahuan.”
Jean Piaget

“Rahasia pendidikan itu terletak pada penghormatan terhadap siswa.”

Ralph Waldo Emerson

Terminologi pendidikan berdasarkan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah demokratis dan berkeadilan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.

Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. Pendidikan Tinggi berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora. Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/atau profesional.

Quo Vadis Mahasiswa di MWA

            Seiring berjalannya waktu, banyak pihak yang mempertanyakan urgensi kedudukan unsur mahasiswa di MWA. Wacana peniadaan unsur mahasiswa di majelis wali amanat (MWA) dalam penyusunan draft statuta IPB 2012 sebagai payung hukum pasca UU Perguruan Tinggi sangat kontradiktif dengan makna “majelis” yang merupakan representasi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan kemajuan institusi. Secara historis, sistem yang diterapkan di IPB selama ini telah menempatkan mahasiswa di tempat yang paling terbaik untuk berkontribusi dan bisa berpartisipasi aktif dalam membangun serta mengembangkan potensi institusi, juga dalam menjaga suasana kehidupan kampus yang kondusif. Hal ini yang menjadikan IPB sebagai contoh oleh kampus PTN bh yang lainnya dalam hal hubungan mahasiswa dan institusinya.

            Sebagai majelis tertinggi di IPB, partisipasi mahasiswa sebagai salah satu unsur pemangku kepentingan di MWA menjadi sebuah keniscayaan. Dalam teori kepemimpinan partisipatif, semakin beragam input yang masuk, output yang dihasilkan dapat lebih baik. Dalam konteks ini, keran aspirasi mahasiswa dalam forum tertinggi di MWA jangan ditutup karena pasti akan merusak tatanan yang selama ini sudah terbagun dengan baik.

            Hal mendasar yang banyak menjadi bahan diskusi dalam dialektika keterlibatan unsur mahasiswa dalam MWA yaitu adakah relevansi antara keterlibatan mahasiswa dengan tupoksi MWA ? Sebagai masyarakat ilmiah, kita harus mengedepankan fakta yang rasional untuk mampu menarik sebuah kesimpulan yang absah. Seperti yang diketahui bersama bahwa dalam tubuh MWA terbagi menjadi tiga komisi, yaitu pengembangan institusi (komisi 1), pengembangan bisnis dan keuangan (komisi 2), serta pengembangan jaringan dan kerjasama (komisi 3). Setiap anggota MWA dapat memilih dua komisi. Evaluasinya, unsur mahasiswa dalam MWA selama ini bukan sekedar menjadi “pendengar yang baik”, tetapi mampu bersuara lantang ketika ada keputusan ataupun kebijakan yang dirasa tidak berpihak terhadap kepentingan mahasiswa dan mampu bersinergi untuk memberikan solusi yang terbaik dari permasalahan yang ada.

            Sangat naif jika ada pendapat yang menyatakan bahwa sangat beresiko jika mengikutsertakan mahasiswa untuk menentukan kebijakan strategis institusi hanya karena alasan tingkat kematangan dan integritas yang belum teruji. Bukankah UU Perguruan tinggi menyatakan bahwa definisi mahasiswa adalah insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengambil setiap keputusan. Adalah sebuah pembenaran yang terlalu dipaksakan andaikata menyatakan bahwa MWA bukan tempat semua stekholder harus terwakilkan, tetapi orang-orang pilihan yang kredibel dalam menjalankan tugasnya. Dalam sejarahnya, bukankah setiap mahasiswa yang menempati posisi strategis di MWA merupakan kader terbaik dengan kapabilitas yang mumpuni dan tingkat elektabilitas yang tinggi melalui proses uji publik dan Pemiliharan Raya Keluarga Mahasiswa. Perlu diingat bahwa tingkat kematangan seseorang bukan diukur oleh status apa lagi umur seseorang, tetapi ditentukan oleh watak dan kepribadian seseorang dalam menempatkan posisi dirinya di lingkungan sekitar.

            Sungguh sangat ironis ketika ada pihak yang menempatkan  posisi mahasiswa hanya sebagai client yang perlu diatur. Analogi rumah sakit yang dibangun oleh argumentasi ini sangat rapuh karena mahasiswa diibaratkan orang sakit yang tidak memiliki kemampuan tanpa bantuan sang dokter. Bukankah dengan keberadaan unsur mahasiswa di MWA, semua potensi diri yang dimiliki dapat dioptimalkan sebagai sarana mengaktualisasikan diri dalam proses memberikan konsep, ide, dan gagasan dengan perspektif yang berbeda dalam rangka kemajuan sebuah institusi.

            Asumsi yang mengatakan bahwa mahasiswa sangat mudah dipolitisasi sungguh sangat tidak beralasan. Selama ini, dalam setiap gerak dan langkah-langkah perjuangan yang dilakukan mahasiswa IPB selalu berlandasakan moral dan intelektual, bukan kepentingan pragmatis golongan. Keberadaan unsur mahasiswa di MWA bertujuan untuk memperkaya anggota MWA lainnya dalam mengambil keputusan strategis dengan jaminan karakter independen mahasiswa yang masih sangat terjaga baik di kalangan mahasiswa IPB sehingga perlu difasilitasi secara bottom up tentang kemurnian niat dan masukan-masukan yang bersifat konstruktif dalam rangka ikut berpartisipasi merasionalisasikan setiap keputusan pada tataran grass root dengan baik.

            Alangkah lebih baik seandainya bangunan sistem yang sudah baik tidak perlu dirobohkan untuk kepentingan semu, namun direnovasi dalam kerangka perbaikan sistem yang belum terakomodir sehingga tujuan besar yang diharapkan untuk menjadikan IPB sebagai perguruan tinggi yang mampu mencari dan memberi yang terbaik. Otokritik tentang aspirasi S2 dan S3 yang selama ini dirasa absen perlu dirumuskan kembali mekanisme akomodasi yang terbaik. Itikad baik ini sudah disambut oleh rekan-rekan diploma, S1, dan S2, dan S3 untuk bersepakat memperjuangkan mahasiswa tetap berada sebagai salah satu unsur di MWA.

            Dalam ruang demokrasi, perbedaan itu dimungkinkan. Tidak semua argumentasi yang disuarakan harus diakomodasi karena kebenaran itu sifatnya relatif.  Seorang filsuf bernama Epictetus pernah mengatakan bahwa “Hanya orang yang berpendidikan saja yang bisa bebas.”. Berbagai hambatan yang dihadapi mahasiswa tidak akan menyurutkan semangatnya untuk terus bergerak. Jiwa raga ini tak pernah lelah dalam menyeru kebenaran. Pada hakikatnya, gerakan mahasiwa hanyalah sebuah usaha untuk mengingatkan pemimpin agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanahnya.

Salam cinta atas nama perjuangan

Salam perjuangan penuh kebanggaan

Hidup Mahasiswa !!!


 

           

                                                   `

PETISI 5 KEPRIHATINAN KEBANGSAAN


BINGKISAN DARI KAMI UNTUKMU BANGSAKU 

OLEH : MUHAMAD SAEFRUDIN( PRESIDEN MAHASISWA INSTITUT PERTANIAN BOGOR )

 Image

“Indonesia mengalami proses pengkerdilan, hari ini kita tidak hanya berbicara mengenai perbedaan suni dan syiah, bukan juga hanya berbicara pilkada dan pilpres 2014 tetapi yang paling penting adalah perubahan besar bangsa ke depannya”

 

YTH Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia Budiono, mari bersama kita bicarakan Indonesia kedepannya. Sedikit catatan kecil ini mungkin tidak terlalu rapih dan tidak sebanding dengan kondisi persoalan bangsa kita. Negara ini sudah saatnya mendapatkan sentuhan keprihatinan dari rakyatnya, agar pemimpin ini kembali terbukakan matanya terhadap persoalan-persoalan bangsanya. Dan merubah kondisi yang demikian semrawutnya menjadi jauh lebih baik. Kita perlu merevolusi ini semua kalau mau mensejahterakan bangsa kedepannya. Jangan lagi ini dimainkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan pribadinya. Negara ini bolehlah miskin tapi rakyatnya harus sejahtera.Dari bidang pendidikan banyak hal yang aneh pada bangsa ini, salah satunya adalah persoalan wajib belajar 9 tahun, padahal yang namanya wajib belajar adalah selama-lamanya. Perlu diperhatikan juga bahwa IPN negara kita selalu saja di bawah vietnam padahal faktanya kita jauh lebih dulu merdeka dari vietnam. Bandingkan saja dengan negara-negara maju lainnya di luar negeri di negara-negara maju yang dijadikan standar adalah sarjana dalam hal ini juga setara dengan pendidikan vokasi. Itulah kenapa kemudian penting bagi kita untuk wajib belajar hingga sarjana sehingga masyarakat kita jauh lebih siap berkompetisi dengan bangsa lain.  Revolusi Ekonomi. Ekonomi kita harus kembali kepada undang undang 45 pasal 33, pasal ini jangan sampai di kebiri pemerintah. inilah pasal 33 UUD 45 yang kita cintai 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Penjelasan  1. Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat-lah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang”. 2. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya diperuntukan agar dirasakan penuh demi kemakmuran rakyat”.Dari bidang energi, bisa dilihat bahwa Negara kita negara yang sangat amat kaya, bahkan kandungan minyak, gas, batubara kita sangat besar dan bisa menghidupi beberapa generasi ke depannya. Kita perlu merevolusi energi, kalau kita mau sejahtera. Kita tidak bisa hidup hanya mengandalkan dari minyak. Betapa kerdilnya fikiran ini. Sementara banyak energi alternatif lainnya. Matahari misalnya, jadi jangan salahkan ketika harga BBM melonjak tinggi. Kalau dilihat institutsi yang fokus dimasalah energi sampai sekarang pun berapa banyak karya inovasi energi alternatif yang telah dibuat para peneliti dosen dan mahasiswa, tapi kami lihat masih sangat kurang perhatian dari pemerintah sampai-sampai saat ini kita hanya bisa mengandalkan energi hanya dari bahan bakar minyak. Maka memang kita butuh suatu perubahan cepat bernama revolusi dari sisi energi.Di sisi lain dari bidang Pertanian, menyambut hari tani nasional 24 september ini masalah mengenai pertanian harus menjadi fokus utama, bagaimana kemudian kita berbicara mengenai reforma agraria yang sampai hari ini masih saja belum bisa terealisasikan. Luas negara Indonesia sekitar 200 juta Ha, sementara penduduk kita sekitar 200 juta, sehingga jika dirata-ratakan 1 orang warga indonesia memiliki 1 Ha, tapi faktanya justru  dikuasai sebagian besar tanah kita oleh asing, ini harus segera direvolusi, peraturan-peraturan yang tidak pro dengan rakyat harus di rubah karena sampai kapanpun jika tidak dirubah akan tetap saja menyengsarakan rakyat. Harus ada konsolidasi lahan yang berkeadilan. Saya mengambil contoh mengenai komoditas pertanian yang tidak sesuai antara harga dan kualitasnya, jangan pernah berfikir harga komoditas pertanian harus murah, biarkanlah sebagaimana selayaknya, baru setelah itulah peran fungsi pemerintah berjalan melalui bulog, agar kemudian petani kita juga dapat sejahtera, yang terpenting prinsipnya adalah dari sisi konsumen mendapatkan harga yang sesuai dengan kualitasnya dan dari sisi petani juga mendapatkan kesejahteraan dari komoditas yang dijualnya. Namun faktanya sekarang adalah bulog ini dikuasai oleh swasta bukan oleh negara, ada sekitar 4 perusahaan besar yang menikmati hasilnya, bulog tidak diberikan peran penting dalam tata niaga pertanian dampaknya adalah hanya perusahaan-perusahaan besarlah yang menikmatinya. Bicara mengenai impor-impor komoditas pertanian, saya ambil contoh pada kedelai misalnya sangat krusial posisinya, bahkan hampir sekitar 150 milyar hanya dinikmati perusahaan-perusahaan asing.  Kalau ditanya peran mahasiswa dan Dosen IPB sebagai insan pertanian dan institusi akademik, salah satunya adalah Prof. Munif salah satu dosen Fakultas Pertanian belum lagi dosen dan peneliti lainnya yang bisa menemukan varietas unggul. Kita bisa lihat dari 101 inovasi Indonesia peneliti IPB selalu mendominasi dengan hasil karya yang sangat baik, sudah banyak sekali yang diberikan, siapa yang tidak kenal inovasi dan kontribusi IPB dalam urusan pertanian. Tinggal persoalannya adalah di kebijakan pemerintah yang mau atau tidak mau mensupport ini semua demi kemajuan bangsa.  Perlu diketahui Presiden kita adalah alumni Kampus Pertanian namun faktanya juga berapa kali beliau pidato mengenai pertanian di setiap lawatannya, sangat jarang sekali. Butuh dukungan kebijakan dari pemerintah ke depan karena kita butuh kedaulatan pangan yang dirasakan penuh oleh seluruh rakyat Indonesia.Revitalisasi Moral, Bisa kita saksikan sering sekali memang orang kita sendiri Itulah yang merendahkan sesamanya, kita saling menjatuhkan, bahkan kita saling membunuh satu sama lain. Belum lagi mencuri, hanya di Indonesialah pencuri lebih cepat di tangkap ketimbang koruptor yang jelas-jelas mengkorup uang Negara puluhan juta, sampai milyaran bahkan trilyunan sampai detik ini masih belum ditangkap. Pun terkait isu besar korupsi, Berita korupsi hampir setiap hari ada di media, sementara pemerkosaan juga menjadi pemberitaan yang tidak ada habis-habisnya, pertanyaannya adalah sampai kapan bangsa ini mempunyai moral yang rendah, sampai kapan bangsa kita mau seperti ini, itulah juga yang barangkali mungkin bisa  menggambarkan kenapa rasulullah dicoret-coret dalam film innocent of muslim. Tidak ada yang berhak menjelek-jelekan bangsa kita sendiri, apa lagi menyatakan sesorang itu masuk syurga atau neraka, yang berhak itu hanya Allah Swt, untuk itulah kita harus saling menghargai satu sama lain. Harus ada keinginan kuat pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa kita dari sisi moral.Bisa kita lihat semua persoalan bangsa kita bermuara pada pentinganya peran pemerintah. Harus ada affirmative action pemerintah dalam pembelaan hak-hak rakyat. Mari kita bantu rakyat ini dan keluar dari kemiskinan dan kehancuran bangsa. Kita butuh sentuhan perubahan dari pemimpin bangsa ini kedepan.Maka dengan ini kami atas nama Rakyat Indonesia yang prihatin terhadap bangsanya menuntut adanya :

 

 

1. Revolusi Pendidikan2. Revolusi Kedaulatan Pangan3. Revolusi Energi4. Revolusi Ekonomi5. Revitaslisasi Moral

 

 

*) Disampaikan pada saat kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Budiono ke Kampus IPB  25 September 2012